DokterSehat.Com– Kita tentu pernah melihat pesan berantai di media sosial atau di aplikasi percakapan yang menyebutkan bahwa kebiasaan minum es bisa membuat kita lebih rentan terkena penyakit jantung. Sebenarnya, apakah isi dari pesan berantai ini sesuai dengan fakta medis?
Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman dingin, khususnya setelah makan, bisa membuat kandungan minyak dan lemak pada makanan yang kita konsumsi menggumpal dan akhirnya membuat proses pencernaan di dalam perut menjadi semakin lamban.
Makanan yang kemudian menggumpal ini kemudian bertemu dengan asam lambung dan membuat lemak lebih mudah diserap oleh usus dan akhirnya masuk ke peredaran darah. Lemak ini semakin menumpuk di dinding pembuluh darah dan akhirnya menyebabkan datangnya penyakit jantung.
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa pesan berantai ini ternyata adalah hoaks belaka. Setelah mengonsumsi makanan atau minuman dingin, maka tubuh akan berusaha untuk membuat suhu makanan dan minuman ini sesuai dengan suhu tubuh. Setelahnya, kandungan di dalam makanan atau minuman dingin ini akan dimetabolisme oleh tubuh dan kemudian diserap oleh darah.
Alih-alih mempermasalahkan minuman dingin atau air es, pakar kesehatan justru menyarankan kita untuk lebih berhati-hati saat mengonsumsi makanan yang kaya akan kolesterol atau lemak karena bisa membuat kita lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner.
Yang menjadi masalah adalah, makanan-makanan ini memiliki rasa yang enak dan sering kita konsumsi setiap hari seperti gorengan, makanan cepat saji, dan makanan yang kaya akan lemak jenuh lainnya.
Meskipun begitu, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ada baiknya memang kita lebih sering mengonsumsi air hangat atau air dengan suhu normal alih-alih minum es karena memang bisa memberikan manfaat lebih baik bagi kesehatan.
0 comments:
Post a Comment