DokterSehat.Com– Anda tentu sering mendengar bahwa beberapa asupan zat atau makanan yang harus kita batasi adalah gula, garam dan lemak, bukan?
Ya, gula, garam dan lemak memang merupakan zat gizi yang harus dibatasi asupannya karena merupakan penyebab kadar nilai dalam darah menjadi tidak terkontrol.
Berbagai pedoman makan dari banyak asosiasi kesehatan dan gizi dunia, telah menetapkan bahwa asupan ketiganya dengan berlebihan akan meningkatkan berbagai risiko penyakit antara lain diabetes, tekanan darah tinggi, serta penyakit jantung.
Umumnya, kita merasa bahwa asupan gula, garam dan lemak bisa dengan mudah dibatasi. Hal ini tentu wajar karena kita menganggap bahwa gula, garam dan lemak yang dibatasi adalah gula pasir, garam untuk masakan atau lemak pada makanan gorengan.
Padahal, membatasi gula, garam dan lemak tidak hanya sebatas penggunaan tiga hal tersebut saja, namun juga mengontrol beberapa kebiasaan makan sepele juga dapat menyebabkan gula, garam, dan lemak berlebihan.

Beberapa kebiasaan tersebut antara lain:
1. Menggunakan bumbu kemasan, masakan instan atau siap saji
Belakangan ini, semakin banyak bumbu kemasan, baik yang dikemas dalam wadah plastik, botolan, atau bentuk kemasan lainnya, misalnya bumbu penyedap, kecap, atau saus botolan.
Meskipun praktis dan nikmat, penggunaan bumbu kemasan akan meningkatkan tekanan darah karena asupan natrium dalam tubuh menjadi berlebihan.
Selain itu, berbagai masakan yang belakangan ini banyak disediakan dalam bentuk instan atau siap saji, juga memiliki kandungan natrium atau garam yang tinggi.
Mengonsumsi makanan dalam bentuk segar akan sangat baik untuk mendukung terkontrolya asupan gula, lemak dan garam harian.
2. Sering mengonsumsi makanan dan minuman kemasan atau kalengan
Coba perhatikan, seberapa sering Anda mengonsumsi makanan kemasan, baik sebagai makanan utama atau camilan?
Biasanya, makanan dan minuman kemasan kerap dipilih karena memang praktis, namun, makanan dan minuman kemasan rentan mengandung banyak gula buatan, lemak trans, dan natrium yang tinggi.
Hal ini kerap tidak disadari karena makanan dan minuman kemasan memiliki rasa yang gurih. Sehingga, hal ini menyebabkan kita jadi kesulitan mengontrol asupan gula, garam dan lemak jika berlebihan mengonsumsi makanan dan minuman kemasan.
3. Menyajikan makanan berlemak lebih dari 2 porsi dalam sekali makan
Asupan lemak harian maksimal adalah sebanyak 5 porsi dalam sehari. Hal ini berlaku untuk semua jenis makanan, baik saat makan utama atau camilan.
Jika dibagi dengan tepat, maka batas asupan lemak bisa kita gunakan 2 porsi dalam dua kali makan dan 1 porsi untuk satu kali makan. Akan tetapi, jika kita berlebihan dalam menyajikan, misalnya memilih 2 lauk yang digoreng untuk setiap kali makan, maka tentu asupan lemak harian akan berlebihan.
4. Tidak mengontrol penggunaan gula pasir harian, baik dalam minuman atau masakan

rawpixel.com
Pernah menghitung seberapa banyak gula yang Anda konsumsi setiap hari? Berlebihan menggunakan pemanis dalam satu kali minum tentu dapat menyebabkan asupan gula berlebihan.
Jika Anda sering mengonsumsi minuman dengan gula, pastikan penggunaan maksimal tidak lebih dari 3-4 sendok makan gula pasir, ya.
5. Tidak menggunakan garam meja

Menggunakan garam langsung saat memasak dapat menyebabkan asupan garam harian menjadi berlebihan. Hal ini disebabkan garam menjadi sulit kita kontrol penggunaannya sesuai dengan kebutuhannya.
Untuk itu, usahakan menggunakan garam meja dalam berbagai masakan, sehingga Anda bisa mengontrol penggunaan garam harian tidak lebih dari satu sendok makan teh setiap harinya, ya.
0 comments:
Post a Comment