Home » » Studi Baru: Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Sebabkan Diabetes

Studi Baru: Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Sebabkan Diabetes

Posted by Flash Droid Pedia on Friday, June 15, 2018

tidur_doktersehat_2
Photo Source: Flickr/sipes23

DokterSehat.Com– Kebiasaan tidur dengan lampu menyala memang telah menjadi perdebatan hangat sejak dulu. Sebab, menurut beberapa pakar kesehatan, mengatakan bahwa tidur dengan keadaan terang atau lampu menyala bisa membuat kualitas tidur menjadi berkurang serta memicu datangnya berbagai macam masalah kesehatan.

Sebab, bagaimanapun juga saat istirahat memang sebaiknya Anda mematikan lampu agar tidur menjadi lebih nyenyak serta tidak mata tidak terganggu dari silaunya cahaya. Sebab, dari berbagai survey yang dilakukan, orang-orang yang tidur dengan keadaan terang, biasanya mendapatkan pengurangan jumlah jam tidur sampai dengan 3 jam, bahkan lebih. Jadi, yang biasanya tidur 8 jam, hanya mendapatkan jatah sekitar 5 jam saja akibat terganggu oleh silau cahaya lampu tersebut.

Salah satu penelitian yang dijadikan rujukan adalah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Sleep, bahwasanya tidur dalam keadaan lampu menyala bisa memicu terjadinya reaksi gelombang otak yang mengakibatkan ketidakstabilan hormon. Tentu saja hal itu akan menjadikan ritme sirkandian menjadi kacau sehingga perubahan jadwal tidur akan dialami oleh setiap orang yang tidur dengan lampu menyala.

Namun, baru-baru ini ada sebuah penelitian baru yang mengatakan bahwa tidur dengan lampu menyala ternyata bisa memicu datangnya diabetes. Penelitian itu dilakukan oleh ilmuan asal Northwestern’s Feinberg School of Medicine, yang menghubungkan tidur dengan aliran darah serta produksi hormon di dalam tubuh seseorang.

Alhasil, penelitian tersebut menemukan hasil bahwa paparan cahaya lampu saat tidur bisa meningkatkan resisten insulin. Selain itu, tidur dengan lampu menyala juga bisa membuat seseorang mengalami risiko depresi yang lebih tinggi sehingga membuat senyawa dan hormon di dalam tubuh menjadi kacau. Akibatnya, nutrisi yang berada di dalam tubuh menjadi terpecah dan sulit dikelompokkan, termasuk pada kadar gula yang menyebar dan mengisi pembuluh darah.


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Blog Archive

.comment-content a {display: none;}