DokterSehat.Com – Salah satu cara untuk mengendalikan kehamilan yang tidak diinginkan adalah dengan menggunakan kontrasepsi hormonal dalam bentuk pil KB atau IUD. Wanita biasanya menggunakan kontrasepsi jenis ini agar seks yang dilakukan tidak berisiko.
Kontrasepsi jenis hormonal ini dikenal aman dan ampuh untuk mengendalikan kehamilan. Namun, beberapa wanita sering mendapatkan efek samping. Salah satu efek samping dari KB jenis ini adalah kegemukan atau gangguan lain seperti rasa gatal pada tubuh.
Selain efek yang umumnya bisa diatasi dan dicegah, penggunaan kontrasepsi hormonal bisa meningkatkan peluang wanita mengalami kanker payudara. Benarkah demikian? Lalu apa yang harus dilakukan oleh wanita?
Manfaat KB hormonal pada wanita
Selama ini kita hanya tahu kalau alat kontrasepsi yang digunakan oleh wanita hanya mencegah terjadi kehamilan yang tidak diinginkan saja. Padahal KB hormonal juga memiliki banyak manfaat pada wanita.
Salah satu manfaat dari kontrasepsi jenis ini adalah pengendalian PMS. Kalau Wanita biasanya merasakan sakit saat akan menstruasi, mereka tidak akan mengalaminya lagi atau efeknya lebih kecil. Lebih lanjut, alat kontrasepsi juga mengendalikan mood wanita yang buruk saat menstruasi dan jerawat.
Pil KB yang digunakan oleh wanita juga bisa menurunkan risiko kanker rahim dan ovarium yang sangat berbahaya dan membuat wanita tidak bisa memiliki momongan. Sayangnya, penggunaan kontrasepsi jangka panjang juga menyebabkan risiko kanker payudara naik.
KB hormonal dan peningkatan risiko kanker payudara
Sebuah penelitian di Denmark dilakukan terhadap 1,8 juta wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal. Dari penelitian itu didapatkan 11.517 kasus wanita mengalami kanker payudara setelah menggunakan alat kontrasepsi degan periode tertentu.
Meski terlihat cukup kecil kemungkinannya, kanker payudara cukup berbahaya dan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Wanita yang menggunakan KB hormonal lebih lama memiliki kemungkinan terkena kanker payudara cukup tinggi meski ada beberapa faktor lain yang bisa memicu.
Beberapa faktor yang juga memicu munculnya kanker payudara pada wanita terdiri dari:
- Semakin tua usia wanita risiko kanker payudara juga semakin tinggi.
- Kondisi kesehatan wanita. Misal wanita yang mengalami obesitas lebih berisiko terkena kanker payudara ketimbang yang berat badannya ideal.
- Punya riwayat kanker payudara dari saudara entah ibu atau nenek.
- Sudah berisiko terkena kanker atau pernah terkena dan akhirnya bisa sembuh.
Biasanya individu yang sudah memiliki faktor risiko di atas lebih rentan terkena kanker payudara. Bahkan, mereka yang sudah pernah mengalami kanker bisa terkena lagi dengan lebih mudah dan cepat.
KB mana yang harus dipilih?
Setelah membaca ulasan di atas mungkin Anda akan langsung takut dan tidak ingin melakukan KB hormonal. Selain itu Anda juga was-was dengan kondisi tubuh kalau sudah menggunakannya selama lebih dari satu tahun.
Sebenarnya KB hormonal sangat bermanfaat pada wanita khususnya dalam hal mencegah kanker ovarium dan rahim. Namun, kalau digunakan selama lebih dari 5 tahun, risiko kanker payudara bisa saja meningkat meski peluangnya cukup kecil.
Jadi, apa yang harus dilakukan?
Anda tetap disarankan untuk menggunakan kontrasepsi hormonal untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Mengenai risiko yang akan ditimbulkan, Anda juga tidak perlu khawatir karena peluangnya cukup kecil.
Kalau Anda masih takut, coba lakukan konsultasi dengan dokter terkait alat kontrasepsi dan kemungkinan adanya alternatif lain yang lebih aman dan tidak berisiko.
Semoga ulasan tentang kontrasepsi dan risiko kanker payudara di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan yang bermanfaat.
0 comments:
Post a Comment