DokterSehat.Com– Nama diet dukan memang seakan sangat jarang terdengar gaungnya ya, namun jangan salah, diet dukan disebut merupakan salah satu jenis diet yang mampu menurunkan berat badan dengan baik plus membuat penurunan berat badan tersebut stabil. Wah, tentu tawaran hasil diet yang sangat menarik, ya, kira-kira benarkah demikian?
Apa itu diet dukan?
Diet dukan adalah suatu diet yang dicetuskan oleh seorang pakar kesehatan dari Perancis, Pierre Dukan, yang mengklaim mampu menurunkan 4,5 kilogram dalam minggu pertama penerapannya, yang kemudian akan turun hingga 1-2 kilogram dalam minggu-minggu berikutnya.
Penurunan ini akan terus terjadi hingga kita mencapai berat badan target yang kita harapkan.
Bagaimana penerapan diet dukan?
Jika biasanya diet penurunan berat badan memiliki aturan yang sangat ketat akan makanan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan, maka pada diet dukan ini salah satu keunikannya adalah kita tetap boleh mengonsumsi banyak jenis makanan, atau termasuk diet all you can eat.
Selain itu, salah satu prinsip utama dalam penerapan diet dukan adalah asupan protein hewani yang cukup tinggi yaitu sekitar 35% dari total kebutuhan energi harian.
Kondisi ini diklaim menjadi penting karena akan menekan asupan karbohidrat, sebagai sumber energi terbesar, serta lemak, sebagai zat energi simpanan dalam tubuh sehingga berat badan bisa turun, minimal sebesar 4 kilogram dalam satu minggu.
Akan tetapi penerapan dua poin di atas tidak boleh dilakukan sembarangan. Untuk mencapai tahapan penurunan berat badan seperti yang dijanjikan, diet dukan akan diterapkan dalam empat fase yang berfokus pada golongan makanan mana yang akan fokus dikonsumsi dalam fase tersebut.
Hal ini disebut menjadi kunci utama agarpenurunan berat badan dapat dipertahankan dengan baik.
Fase pada diet dukan
Fase 1 – Attack
Pada fase pertama, yang dilakukan pada 10 hari pertama, diet ini menekanakan pada all you can eat dengan pembatasan porsi yang ketat.

Bahan makanan yang boleh dikonsumsi adalah daging tanpa lemak, bagian organ dalam atau jeroan seperti hati, ikan, kerang, daging unggas, telur, tahu, susu tanpa lemak, air dan berbagai minuman dengan label tanpa kalori.
Fase 2 – Cruise
Pada fase ini penurunan berat badan sambil mulai mempertahankannya. Makanan yang boleh dikonsumsi mirip dengan fase pertama.
Akan tetapi pilihan makanan yang hanya berfokus pada makanan berprotein juga diiringi dengan berbagai jenis konsumsi sayuran, asalkan tidak berkarbohidrat, yaitu timun, jamur, paprika dan olahan salad dari sayuran berwarna hijau.

Pada fase ini penurunan berat badan yang dicapai adalah 1-2 kilogram.
Fase 3 – Consolidation
Fase ini merupakan tahap untuk memertahankan berat badan sembari tetap menurunkannya. Pada fase ketiga ini bahan makanan yang boleh dikonsumsi adalah makanan berprotein hewani yang sama pada fase sebelumnya, tahu dan kacang-kacangan, ditambah dengan satu porsi buah, roti dari whole grain, dua sendok makan oat dan 1 porsi keju.
Fase 4 – Permanent stabilization
Fase ini disebut sebagai fase yang cukup bebas karena pada fase ini berat badan yang turun diklaim sudah dapat dipertahankan.

Kini, makanan yang boleh dikonsumsi lebih bebas asalkan diiringi dengan konsumsi 3 sendok makan oat.
Lalu, sehatkah penerapan diet dukan?
Meskipun terdengar sangat menarik, pakar kesehatan dari US News.com menyebutkan bahwa penurunan berat badan dari konsumsi bahan makanan tinggi protein bukanlah sesuatu diet yang sehat.
Hal ini disebabkan asupan protein yang tinggi justru berisiko meningkatkan masalah kesehatan lainnya karena kandungan lemak jenuh alami yang ada pada makanan berprotein hewani. Diet dukan juga dinilai tidak menunjukkan manfaat untuk kesehatan, misalnya pada jantung, tekanan darah hingga pencernaan.
Jadi, apakah Anda tertarik mencoba diet dukan?


0 comments:
Post a Comment